in

Kisah Kleberson yang Tidak Bisa Penuhi Janjinya di Manchester United

Shizuoka, 21 Juni 2002. Saat itu pertandingan perempat final Piala Dunia 2002 antara Brazil melawan Inggris sedang memasuki akhir babak pertama ketika seorang pemain bernama Kleberson melakukan tekel penting kepada Paul Scholes. Tekelnya tersebut kemudian membantu Brazil menyamakan kedudukan sebelum menang 2-1 di akhir laga.

Penampilan apiknya tersebut berlanjut ke partai final. Di Yokohama, Kleberson memberikan satu assist kepada Ronaldo dalam kemenangan tim samba melawan Der panzer tersebut. Tercatat sejak babak delapan besar hingga partai puncak Kleberson hanya satu kali digantikan di babak kedua. Pasca turnamen empat tahunan tersebut pemain yang pada 19 Juni ini berusia 38 tahun tersebut dikait-kaitkan dengan beberapa klub besar Eropa.

Tercatat Barcelona, Celtic, Newcastle United, dan Leeds United tertarik untuk mendaratkan pemain lincah tersebut. Bahkan Leeds sudah hampir mendapatkan tanda tangan Kleberson. Namun saat itu Kleberson tidak ingin pindah sebelum ia bisa menikahi kekasihnya yang saat itu akan memasuki usia 16 tahun. Ia kemudian baru hijrah pada 2003 dan Manchester United adalah klub yang berhasil mendapatkan jasanya. Uang 6,5 juta pounds dikeluarkan untuk mengangkut Kleberson dari klub sebelumnya Atletico Paranaense.

Ketika diperkenalkan di Old Trafford pun, para penggemar lebih tertarik untuk melihat Kleberson ketimbang Cristiano Ronaldo. Ia diproyeksikan sebagai pengganti Juan Sebastian Veron yang hijrah ke Chelsea pada saat bersamaan. Fergie sangat gembira akan keberhasilannya mendaratkan dua pemain muda potensial tersebut.

“Salah satu alasan mengapa kami menjual Seba Veron adalah karena kami memiliki semuanya dalam diri Kleberson. Ia menunjukkan performa dan bakatnya ke tingkatan yang lebih tinggi. Kami senang bisa mendapatkannya karena kami sudah mengincarnya sejak berbulan-bulan sebelumnya,” tutur Sir Alex 13 tahun silam.

Sang pemain juga gembira ketika menjadi pemain Brasil pertama yang pernah memperkuat Setan Merah. Kepada Guardian ia mengatakan,”Menjadi pemain BraSil pertama sepanjang sejarah klub sangatlah spesial. Ini adalah kesempatan besar bagi saya karena saya menolak klub lain demi bermain di United. Saya berjanji kepada fans bahwa saya akan memberikan apa yang saya bisa baik di lapangan maupun di luar.”

Akan tetapi janji hanyalah janji. Ia tidak bisa menampilkan performa yang sama ketika bermain di Piala Dunia sebelumnya. Kleberson langsung mengalami cedera di pertandingan keduanya bersama klub ketika melawan Southampton.

Ketika dimainkan bersama dengan Roy Keane atau Paul Scholes ia terlihat kebingungan dalam menyesuaikan gaya permainannya dengan rekannya di lini tengah tersebut. Ia menjadi alumnus Piala Dunia yang gagal di Premier League bersama Salif Diao dan Elhadji Diouf di tahun yang sama.

Selain mengalami cedera, Kleberson juga diduga rindu akan kampung halamannya di Brasil. Hal ini tentu bisa dijadikan alasan mengingat pemain kelahiran Urai ini selalu tampil bagus apabila memperkuat klub-klub yang bermain di Liga Brazil.

Kleberson hanya bermain dua musim di Manchester United. Ia mengoleksi 30 penampilan dan hanya mencetak dua gol. Meski sedikit namun ia mampu membawa Setan Merah menjadi juara Piala FA 2004. Namanya kerap disebut-sebut sebagai salah satu pembelian gagal yang dilakukan semasa kepelatihan Sir Alex Ferguson. Ia kemudian hijrah ke Besiktas pada musim panas 2005 dengan segala janji yang tidak bisa dipenuhinya kepada para pendukung Manchester United.

***

Selain memperkuat Atletico Paranaense, Manchester United, dan Besiktas, Kleberson juga memperkuat beberapa tim lain seperti Flamengo, Bahia, Philadepia Union, dan Indy Eleven. Bersama timnas Brasil, Kleberson mengoleksi 32 penampilan dan mencetak empat gol serta memberikan tiga gelar internasional seperti Piala Dunia (2002), Copa America (2004) serta Piala Konfederasi (2009).

Facebook Comments

Written by Ajie Rahmansyah

Ajie Rahmansyah

Penulis yang seumur hidupnya mencintai Manchester United dan Sepakbola