in

Season Review: Marcus Rashford

Setelah tampil apik pada musim pertamanya bersama Manchester United, Marcus Rashford harus mengarungi musim keduanya dengan berat. Kedatangan Zlatan Ibrahimovic membuat Rashford harus rela dimainkan di posisi selain posisi terbaiknya, sebagai striker.

Setelah hanya bermain 20 menit di pertandingan Community Shield melawan Leicester City, Rashford hanya berada di bangku cadangan pada dua pertandingan pertama United di Premier League. Pada pertandingan ketika tandang melawan Hull City, Rashford masuk pada menit ke-71 dan sukses mencetak gol semata wayang yang membawa United pulang dengan tiga poin.

Pada pertandingan kelima Premier League, Rashford dipercaya bermain dari menit pertama dan sukses menceteak gol meskipun United takluk atas Watford dengan skor 1-3. Rashford kembali mencetak gol di dua pertandingan setelahnya, yaitu pada pertandingan EFL Cup menghadapi Northampton dan Premier League melawan Leicester.

Rashford kemudian bermain di berbagai posisi. Namun ia gagal mencetak gol atau asis. Rashford baru bisa mencetak gol kembali pada pertandingan FA Cup melawan Reading pada 7 Januari. Pemain berusia 19 tahun itu sebenarnya tampil di banyak pertandingan, namun kebanyakan dari bangku cadangan dan tidak bermain di posisi penyerang tengah.

Ia baru mendapat kesempatan tampil kala Zlatan terkena larangan bermain. Pada 19 Maret, United berhadapan dengan Middlesborugh dan Rashford diplot sebagai striker. Meski tidak mencetak gol, namun empat dribel, satu umpan kunci, dan empat tembakan yang ia ciptakan mampu merepotkan pertahanan lawan.

Pertandingan berikutnya, Zlatan masih tidak dapat bermain dan Rashford kembali mengemban tugas sebagai ujung tombak. Lagi, ia mampu merepotkan lawan namun gagal mencetak gol. Pada pertandingan melawan West Brom itu, ia membuat lima dribel dan lima tembakan.

Namun kembalinya Zlatan membuat ia kembali diposisikan sebagai sayap kiri. Pada bulan April, akhirnya Rashford mengakhiri puasa golnya di Premier League yang telah berlangsung selama lima bulan lebih. Masuk menggantikan Jesse Lingard pada menit ke-64, Rashford sukses mencetak satu gol ke gawang Sunderland.

Empat hari berselang, Rashford tampil di leg pertama babak perempat final Europa League melawan Anderlecht dan sukses membuat satu asis. Jadwal padat yang dimiliki United membuat Jose Mourinho melakukan rotasi. Ia memasang Rashford pada pertandingan Premier League melawan Chelsea. Namun Rashford berhasil menebus kepercayaan itu dengan raihan satu gol dan berulang kali mengancam gawang The Blues. Pertandingan tersebut berakhir dengan keunggulan dua gol tanpa balas bagi United dan menjadi salah satu penampilan terbaik United musim ini.

Ia kembali tampil apik pada leg kedua melawan Anderlecht. Bahkan, bisa dibilang pertandingan tersebut adalah pertandingan terbaiknya musim ini. Rashford mampu membuat tujuh tembakan dan satu di antaranya berbuah gol, tujuh dribel, tiga umpan kunci yang satu di antaranya berbuah asis. Whoscored bahkan memberi rating 9,29.

Pada pertandingan teresbut, Zlatan mengalami cedera parah yang membuat ia mengakhiri musim lebih cepat. Praktis Mourinho harus memilih pemain lain untuk mengisi posisi Zlatan. Rashford mengisi posisi tersebut secara bergantian dengan Martial.

Namun di ajang Europa League, Mourinho lebih memilih Rashford. Ia bermain sejak menit pertama pada kedua leg babak semifinal melawan Celta Vigo. Kepercayaan teresbut tidak disia-siakan. Rashford sukses mencetak satu gol indah dari tendangan bebas dan satu asis pada dua leg tersebut dan berhasil membawa United ke partai puncak. Rasford bermain sejak menit pertama pada laga final melawan Ajax namun tak mampu banyak membuat perubahan.

Jika ditotal, musim ini ia tampil di 53 pertandingan, namun hanya 13 di antaranya di mana ia bermain penuh. Meski begitu, statistik Rashfrod cukup baik, 11 gol dan enam asis. Namun yang terpenting, Rashford bisa sabar menunggu kesempatan dan tidak mengecewakan sekalinya diberi kepercayaan.

Rashford juga perlahan diberi kepercayaan oleh Mourinho. Musim depan, Rashford akan menjalani musim yang tak jauh berbeda. United akan berupaya mendatangkan striker andai Zlatan tidak lagi membela United. Situasinya pun kemungkinan sama, Rashford akan menjadi pelapis siapapun striker tersebut atau dimainkan di posisi lain. Namun ia menyikapinya dengan dewasa dan sikap tersebut bisa menjadi modal berharga untuk Rashford dalam mengarungi musim depan.

Facebook Comments