in

Solidnya Lini Pertahanan Menjadi Kunci Kemenangan Manchester United Juarai Europa League

Setelah bertarung selama 90 menit, Manchester United menjadi juara UEFA Europa League musim 2016/2017. Bermain di Friends Arena, Setan Merah unggul 2-0 atas Ajax Amsterdam. Dua gol yang masing-masing dibuat oleh Paul Pogba dan Henrikh Mkhitaryan membuat United menyamai apa yang dilakukan Juventus, Chelsea, Bayern Munich, dan Ajax sendiri sebagai kesebelasan yang mampu meraih semua trofi utama yang terdapat di Eropa.

Kedua kesebelasan menurunkan skuat utamanya di laga ini. Ajax bisa menurunkan Lasse Schone sementara Marouane Fellaini dan Chris Smalling juga dapat diturunkan. Serangan para “Anak-anak tuhan” bertumpu kepada trio Kasper Dolberg, Betrand Traore, serta Amin Younes.

Akan tetapi di luar dugaan Ajax justru bermain anti klimaks. Mereka sebenarnya menguasai jalannya pertandingan. Akurasi umpan mereka pun jauh lebih baik ketimbang United. Bahkan mereka mampu membuat 25 percobaan dribel dibandingkan setan merah yang hanya melakukan percobaan sebanyak delapan kali saja. Akan tetapi ketiga pemain tersebut tidak mampu menembus rapatnya pertahanan United yang mengandalkan pola permainan man marking dengan Ander Herrera sebagai motor pertahanan di lini tengah.

Pola ini mampu membuat juara Liga Champions 1995 ini kesulitan. Meski kerap diacak-acak melalui Traore (membuat lima dribel sukses) namun berkat prinsip satu orang menjaga satu pemain maka serangan-serangan Ajax berhasil diredam.

Contoh bagaimana susahnya Ajax menembus lini pertahanan bisa dilihat dari statistik yang diperoleh Kasper Dolberg. Top skor Ajax di sleuruh kompetisi ini tidak bisa membuat satu tembakan pun di laga ini. Ia bahkan tidak bisa melakukan satu sentuhan dengan bola di kotak penalti. Peter Bosz kemudian mengganti Dolberg dengan Neres Campos lalu memindahkan Traore sebagai center forward.

Di sisi lain, kubu Setan Merah bermain cukup efektif. Meski hanya membuat tujuh tembakan, namun empat diantaranya menemui target termasuk dua gol yang dibuat Pogba dan Mkhitaryan. Bandingkan dengan Ajax yang membuat 17 tembakan namun hanya tiga yang menemui sasaran. Bahkan Bertrand Traore menjadi satu-satunya striker yang bisa melepaskan tembakan ke gawang Sergio Romero.

Jika para penggemar Setan Merah ingin mengucapkan terima kasih, maka tidak ada salahnya kalau ucapan tersebut diberikan kepada Chris Smalling dan Marouane Fellaini. Dua pemain yang kerap menjadi bahan bully dari fans setan merah sendiri justru menjadi bintang di laga ini. Fellaini contohnya, mantan pemain Standard Liege ini memenangi mayoritas duel udara yang terjadi di laga ini. Ia membuat 15 kali kesuksesan duel udara jauh lebih banyak dari apa yang dibuat oleh seluruh skuad Ajax (12 kali). Pemain dengan gaya rambut kribo nya ini mampu membuat empat dribel sukses.

Sementara itu Smalling menjadi pemain yang tampil sangat solid di lini belakang. Berduet dengan Daley Blind, mantan pemain Fulham ini membuat delapan sapuan, serta tiga kali melakukan blok. Baik Smalling maupun Blind memiliki kesuksesan aksi bertahan sebesar 100% alias tidak melakukan kesalahan sama sekali. Baik Fellaini maupun Smalling berperan dalam hadirnya gol United. Fellaini memberikan assist kepada Pogba setelah melihat ada ruang kososng. Proses gol kedua bahkan terbilang cukup rapi. Dari situasi sepak pojok, Smalling dan Fellaini mengganggu duo bek tengah Ajax (De Light dan Sanchez) kesulitan untuk berduel udara.

Manajer Jose Mourinho tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Ia menjadi mananjer pertama United sepanjang sejarah yang bisa memberikan tiga trofi di musim perdana menangani United. Selepas laga dia mengatakan,”Ini adalah akhir dari musim yang luar biasa sulit. Mungkin yang tersulit selama saya melatih. Namun saya bisa bilang kalau akhir dari musim ini cukup baik. Sebagai klub United telah memenangi semua gelar yang bisa kami raih dalam olahraga ini.”

Kesan spesial juga diperoleh Juan Mata. Meski belum pernah memenangi gelar liga bersama United, namun pemain jebolan akademi Real Madrid ini mampu memenangi gelar Liga Europa bersama dua tim berbeda. Sebelumnya ia mampu menjuarai turnamen tersebut bersama Chelsea di musim 2012/2013.

Facebook Comments

Written by Ajie Rahmansyah

Ajie Rahmansyah

Penulis yang seumur hidupnya mencintai Manchester United dan Sepakbola