in

Apa yang Berubah dari Premier League (Bagian 2)

Pada tulisan pertama, penulis memaparkan empat hal yang telah berubah dari kompetisi Premier League sejak pertama kali dimulai pada musim 1992/1993. Pada bagian kedua ini, terdapat lima hal yang turut berubah.

Penonton

Jumlah suporter terbanyak yang hadir di pekan pertama musim 1992/1993 adalah Sheffield United melawan Manchester United yang dihadiri 28.070 penonton. Total penonton yang hadir di pekan pertama mencapai 237.029 atau rata-rata 21.458 orang perlaga. Sedangkan di musim perdananya rata-rata jumlah penonton Premier League hanya sebanyak 21.125 penonton perlaga.

Di musim ini jumlah penonton yang hadir di pekan perdana mencapai 399.781 penonton atau hampir 40 ribu orang per pertandingannya. Laga dengan jumlah penonton terendah terjadi pada Watford melawan Liverpool (20.407) sedangkan laga Manchester United melawan West Ham merupakan laga dengan jumlah penonton terbanyak di pekan pertama (74.928 penonton).

Kartu

Pekan pertama di musim 2017/2018 sudah menghasilkan 34 kartu kuning dan tiga kartu merah yang diberikan kepada Gary Cahill, Cesc Fabregas, dan Jonjo Shelvey. Sedangkan di musim pekan pertama musim 1992/1993 kartu kuning hanya keluar sebanyak 23 kali dan tidak ada satupun pemain yang terkena kartu merah.

Hak Siar

Salah satu alasan mengapa Football League membentuk Premier League pada 1992 adalah agar mereka mendapatkan penghasilan dari hak siar. Di musim pertamanya, Sky Sports mendapatkan kesepakatan untuk menyiarkan Premier League selama lima tahun dengan nilai 304 juta paun (60,8 juta ponds per musim). 189 dari 193 negara menyiarkan Premier League saat itu dengan Kuba, St Kitts and Nevis, Korea Utara dan Moldova yang tidak menyiarkan liga primer di musim pertama.

25 tahun berselang, nilai kompetisi Premier League sudah semakin meningkat seiring dengan perkembangan sepakbola. Yang terbaru, Sky mengeluarkan 5,14 miliar pounds hanya untuk menyiarkan Premier League selama tiga tahun (1,71 miliar pounds per musimnya). Jumlah ini sudah meningkat lebih dari 2.728 persen dibanding musim pertamanya.

Harga Tiket

Sepakbola sekarang sudah semakin mahal dalam 25 tahun terakhir. Pada tahun 1992 harga tiket Premier League per orangnya berkisar dari 8 pounds sampai 30 pounds (136 – 500 ribu rupiah dengan kurs poundsterling saat ini).

Sampai hari ini masih ada yang menjual tiket seharga 9 pounds. Akan tetapi harga tiket paling mahal bisa mencapati 97 pounds. Tim promosi musim ini Huddersfield bahkan menjual tiket musimannya seharga 299 paun (5 juta rupiah).

Permainan

Aspek terakhir yang sangat mencolok sejak pekan pertama Premier League musim 1992 adalah bagaimana permainan tersebut dimainkan. Sekarang beberapa kesebelasan sudah memiliki beberapa tim pelatih yang bertugas memperhatikan diet pemain.

Bandingkan dengan era sebelumnya di mana para pemain masih kerap mengalami kecanduan alkohol. Selain itu sistem pelatihan juga sudah berubah menjadi lebih canggih. Klub sekarang sudah mengetahui bagaimana caranya mendapatkan fisik terbaik dan mulai mengenal data statistik.

Masalah taktik pun juga sudah berubah. Dulu rata-rata tim Premier League memainkan pola dengan Kick and Rush yang lebih menekankan pola permainan fisikal. Sekarang dengan perubahan taktik yang terjadi di sepakbola, beberapa tim mulai memiliki cara mainnya sendiri-sendiri. Ada yang pragmatis, Gegenpressing, Counterpressing, hingga pola permainan Tiki taka.

 

Tulisan ini berasal dari karangan Nick Miller, Jurnalis ESPN dengan sedikit perubahan dari penulis

 

Facebook Comments

Written by Ajie Rahmansyah

Ajie Rahmansyah

Penulis yang seumur hidupnya mencintai Manchester United dan Sepakbola