Tidak ada yang menyangka bahwa laga Manchester United melawan Everton pada 22 April 2012 menjadi salah satu laga yang paling berpengaruh terhadap pupusnya harapan gelar juara Liga Primer. Seandainya saat itu Manchester United meraih kemenangan melawan The Toffees, bukan tidak mungkin Setan Merah saat ini sudah mengumpulkan 21 gelar juara dan insiden gol Sergio Aguero di menit 93 detik 20 menjadi tidak ada artinya.

Saat itu skuat Sir Alex Ferguson datang dengan keunggulan delapan poin hingga pertengahan April. Sayangnya keunggulan delapan angka tersebut dipangkas Manchester City menjadi lima poin setelah United secara mengejutkan kalah dari Wigan Athletic 0-1. Sementara itu kubu David Moyes datang dengan status baru dua kali kalah sejak Januari 2012.

Manchester United turun dengan skuat terbaiknya. Mereka hanya minus Nemanja Vidic dan Dimitar Berbatov yang absen karena cedera. Sementara Everton menurunkan duet striker jangkung Marouane Fellaini dan Nikica Jelavic. Nama terakhir bahkan saat itu menjadi pencetak gol terbanyak bagi kubu Merseyside biru sejak dibeli dari Glasgow Rangers awal 2012.

Pemain Kroasia ini kemudian menjadi mimpi buruk bagi David De Gea. Sundulannya memanfaatkan umpan silang Leon Osman pada menit ke-33 membuat penjaga gawang muda tersebut mati langkah. Wayne Rooney kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-41 setelah menanduk umpan Luis Nani.

Setan Merah kemudian unggul 3-1 setelah di babak kedua Danny Welbeck dan Luis Nani membobol jala Tim Howard hanya dalam waktu tiga menit. Proses gol Nani bahkan terbilang sangat berkelas karena diawali dengan aksi umpan satu dua antara Rooney, Carrick, dan Nani.

Marouane Fellaini kemudian memperkecil kedudukan di menit ke-67 melalui gol yang sangat berkelas. Menerima umpan panjang Tony Hibbert. Pemain Belgia ini langsung melepaskan tendangan voli yang gagal dijangkau De Gea. Rooney kemudian membuat keunggulan berpihak kembali kepada United. Patrice Evra gagal membuat United unggul dengan selisih tiga gol setelah sundulannya membentur tiang gawang.

Petaka bagi Setan Merah hadir tujuh menit jelang bubaran. Rio Ferdinand dan Jonny Evans kesulitan menjaga seorang Fellaini hingga membuat bola liar bisa disambar oleh Jelavic yang lepas dari penjagaan Rafael. Dua menit berselang Fellaini kemudian memberikan asis kepada Pienaar untuk membuat United hanya bermain imbang 4-4 serta kehilangan dua poin di kandangnya sendiri.

Di akhir pertandingan, tidak sedikit fans United yang menyoroti kinerja duo bek tengah Ferdinand dan Evans yang terlihat kesulitan menjaga seorang Marouane Fellaini. Dalam konferensi persnya pasca pertandingan Fergie tidak ingin menyalahkan para pemainnya atas hasil imbang tersebut. Baginya para pemain sudah menunjukkan keinginan United untuk meraih kemenangan.

“Dari sudut pandang kami jelas kecewa, tapi kami tidak mau saling tuduh dengan pemain-pemain saya karena mereka adalah pemain-pemain tangguh. Mereka memang membuat kesalahan tapi mereka adalah pemain-pemain yang kuat. Mereka pemain-peamin muda yang kuat. Kami sedang menciptakan karakter untuk kedepannya bisa membuat fans lebih bergembira lagi,” ujar Fergie seperti dikutip Inside United.

Sementara di kubu The Toffees, hasil ini membuat gembira manajer David Moyes karena meneruskan tren lima pertandingan tidak terkalahkan. Bahkan bukan tidak mungkin seorang Sir Alex memilih David Moyes sebagai penggantinya karena hasil imbang ini. Striker mereka Nikica Jelavic bahkan menutup bulan April dengan meraih gelar Player’s Of The Month.

Bagi United hasil ini membuat keunggulan lima poin mereka dari Manchester City diperkecil menjadi tiga angka saja setelah si biru menang 2-0 melawan Wolverhampton. Seminggu kemudian City berhasil menggusur United setelah menang 1-0 di derby Manchester. Dalam 19 hari keunggulan delapan poin United sirna oleh tetangganya. Mereka hanya finis di posisi kedua di bawah Manchester biru dalam salah satu musim yang paling menyesakkan bagi Setan Merah.

Facebook Comments