Premier League musim 2016/2017 memang belum berakhir. Masih ada lima pertandingan lagi (bahkan Manchester United tujuh) yang harus dimainkan sampai akhirnya liga yang disebut-sebut terbaik di dunia ini rampung pada 21 Mei mendatang. Meski begitu, kompetisi yang sudah memasuki usianya yang ke-24 ini akan mendapat anggota baru untuk musim 2017/2018 mendatang. Pekan lalu, Brighton & Hove Albion resmi promosi dan menjadi klub ke-48 yang akan bermain di tingkat tertinggi sepakbola Inggris.

Bisa dikatakan bahwa Brighton merupakan salah satu klub tertua di Inggris. Usianya saat ini 116 tahun atau lebih tua setahun dari Manchester United. Namun kesebelasan yang memiliki julukan”The Seagulls” ini sudah lama tidak merasakan nikmatnya berkompetisi di tingkat tertinggi Inggris. Terakhir kali mereka bermain di divisi teratas adalah ketika liga masih bernama Division One. Saat itupun mereka harus terdegradasi karena berada di posisi ke-22.

Setelah sempat naik turun divisi dua dan divisi tiga, klub yang sekarang dimiliki oleh Toni Bloom ini kembali promosi ke Championship Division pada musim 2004/2005 sebelum kembali terdegradasi ke League One (Divisi tiga) semusim berselang. Setelah lima musim berkutat di divisi ketiga, Brighton pun kembali merasakan nikmatnya kompetisi Championship Division pada 2011/2012.

Hingga musim lalu, klub yang pernah meminjam Jesse Lingarddan James Wilson ini sebenarnya sudah tiga kali berpeluang meraih tiket promosi ke Premier League. Namun dalam tiga kesempatan itu mereka selalu gagal dalam babak semifinal Play off. Musim 2012-13 mereka kalah dari Crystal Palace, semusim berikutnya kalah dari Derby County, musim lalu mereka kalah dari Hull City. Barulah di musim ini si burung camar bisa terbang tinggi menuju liga primer Inggris.

Musim lalu dapat dikatakan sebagai musim yang sempurna bagi Brighton. Mereka meraih lima kemenangan beruntun (sapu bersih) sampai dengan pertengahan April. Meski masih menyisakan tiga pertandingan sisa, namun poin 92 yang dimiliki Brighton sudah tidak terkejar oleh peringkat ketiga yang sementara diisi oleh Reading. Dengan kata lain runner up piala FA 1983 ini minimal akan menempati peringkat kedua. Akan tetapi Chris Hughton selaku manajer menargetkan mereka bisa finis di posisi pertama dan meraih piala divisi Championship.

“Yang sebenarnya ingin mereka capai, entah dua atau tiga sampai dua puluh tahun dari sekarang adalah mereka ingin mengatakan bahwa kami telah memenangkan liga dan menjadi juara. Itu akan menjadi pencapaian yang luar biasa dalam hidup dan pikiran mereka ketika mereka mengenang kembali hal tersebut,” tutur Hughton seperti dikutip dari BBC.

Bagi manajer berusia 58 tahun ini keberhasilan membawa Brighton meraih tiket promosi merupakan kesuksesan keduanya setelah pada musim 2009/2010, ia membawa Newcastle United meraih keberhasilan yang serupa. Mantan fullback timnas Irlandia ini hanya butuh waktu dua tahun empat bulan untuk memberikan kesempatan bagi Brighton mencicipi kerasnya kompetisi Liga Primer musim depan.

Pernah Menjual Stadion Karena Krisis Finansial

Sebelum bisa terbang tinggi seperti sekarang, Si Burung Camar sempat merasakan keterpurukan sampai ke level terbawah. Pada tahun 1997, Brighton terpaksa menjual stadion mereka saat itu Goldstone Ground dikarenakan mengalami krisis finansial.

Mereka bahkan sempat bermain di Withdean Stadium yang jarak antara tribun dengan lapangan terbilang cukup jauh. Bahkan suporter saat itu beranggapan seperti sedang berada di kebun binatang alih-alih di stadion. Beruntung pada tahun 2009 seorang pengusaha hiburan malam, Tony Bloom, mengambil alih kepemilikan Brighton dan membangun stadion baru bernama Falmer Stadium atau kerap disebut AMEX Stadium.

Memori Final piala FA 1983 Melawan Manchester United

Bagi Manchester United, musim depan akan menjadi pertemuan pertama bagi kedua kesebelasan di kompetisi liga primer. Terakhir kali kedua tim bertemu adalah dalam ajang piala FA pada Januari 1993. Saat itu Setan Merah unggul tipis 1-0 lewat gol Ryan Giggs.

Namun 10 tahun sebelum pertandingan tersebut kedua kesebelasan sempat bertemu dalam final Piala FA 1983. Saat itu secara mengejutkan Brighton mampu menahan imbang Setan Merah 2-2 di stadion Wembley. Karena saat itu Piala FA belum mengenal sistem tambahan waktu, maka digelar partai ulangan lima hari kemudian. Pada pertandingan kedua United mampu menang telak dengan skor 4-0 melalui dua gol Bryan Robson, Norman Whiteshide, dan Arnold Muhren.

*

Musim 2017/2018 pastinya akan menjadi pengalaman baru bagi Brighton & Hove Albion. Akan tetapi patut diingat bahwa Premier League bukanlah kompetisi yang ramah bagi tim promosi. Dari 71 kesebelasan yang berstatus promosi, 31 di antaranya akan terdegradasi kembali semusim kemudian. Sepanjang sejarah Liga Inggris, hanya di musim 2001/2002 dan 2011/2012 di mana ketiga tim promosi berhasil bertahan di liga primer. Sementara itu musim 1997/1998 menjadi satu-satunya musim di mana tiga klub promosi (Barnsley, Bolton, dan Crystal Palace) kembali terdegradasi di musim yang sama.

Facebook Comments