in

Lindelof Datang, Pintu Keluar Smalling di Manchester United Terbuka Lebar?

“Saya selalu mengharapkan bisa mendapatkan peluang untuk membuktikan diri di level tertinggi karena saya yakin saya bisa melakukannya. Tetapi perlu diingat bahwa merintis karier melalui tangga sepakbola itu sangatlah sulit. Saya bersyukur karena saya cukup beruntung bisa menempuh itu semua dan saya sangat gembira diberi sebuah kesempatan yang sangat besar di United.”

Kutipan di atas merupakan bentuk ekspresi kegembiraan dari Chris Smalling ketika ia melakukan wawancara pertamanya bersama Inside United, Majalah resmi Manchester United pada Desember 2010 silam. Ia mengaku bahagia bisa bermain di tim sekelas Manchester United meski di tiga musim sebelumnya hanya memperkuat Maidstone United di kompetisi non league.

Apa yang diungkapkan Smalling tersebut bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan pernyataan Sir Alex Ferguson tujuh tahun silam. Manajer tersukses sepanjang masa Setan Merah itu adalah otak di balik kedatangan Smalling ke kota Manchester dari Fulham. Ia direkrut dengan angka delapan juta pounds dan menjadi satu dari rekrutan terbaru Fergie kala itu bersama Bebe dan Javier Hernandez.

“Anak itu mengingatkan saya kepada Rio Ferdinand di waktu muda dulu. Dia memang tidak mendapat kesempatan banyak di Fulham tapi saya yakin dia adalah pemain yang luar biasa. Dia bagus soal passing, cepat, tinggi dan berpotensi menjadi pemain kelas dunia. Saya yakin dia mudah beradaptasi disini,” tutur Fergie kepada Mirror pada 2010 lalu.

Sebenarnya apa yang diucapkan Fergie berhasil dijalankan dengan baik oleh pemain kelahiran Greenwich ini. Meski sempat kesulitan di awal musim namun per Januari 2011 ia kerap menjadi pilihan utama Fergie. Sebanyak 33 laga di mana sembilan di antaranya di Liga Champions menjadi awalan yang bagus untuk Smalling di musim 2010/2011.

Smalling mengaku bahwa di musim pertamanya ia terbantu dengan kehadiran Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic sebagai seniornya di United. Ia mengungkapkan, “Saya belajar dari mereka berdua setiap hari. Mereka berdua memberikan saya dan Jonny (Evans) rasa kepercayaan diri yang besar sehingga kami merasa nyaman.”

Dua musim berikutnya, Smalling masih mendapat kesempatan bermain meski angkanya tidak sebanyak di musim perdananya. Kebutuhan akan sosok berpengalaman macam Rio dan Vida serta kedatangan Phil Jones (yang kala itu masih belum tersentuh cedera) membuat ia harus lebih banyak berada di bangku cadangan. Belum lagi masalah cedera yang membuatnya hanya bermain 15 kali di musim 2013.

Musim terbaik Smalling hadir justru ketika ia sudah tidak ditangani lagi oleh Fergie. Di bawah arahan Louis van Gaal (musim 2014/2015 dan 2015/2016) Smalling sudah menemukan konsistensinya yang selama ini dicari-cari. Ia kerap menjadi penyelamat kebuntuan seperti ketika mencetak dua gol ke gawang Burnley saat ia masuk dari bangku cadangan. Penampilan apiknya ini diganjar dengan pengangkatan Smalling menjadi kapten ketiga di bawah Wayne Rooney dan Michael Carrick serta perubahan nama dari Chris menjadi Mike Smalling.

Akan tetapi di bawah arahan Jose Mourinho di musim lalu Smalling seperti menemukan musim terendahnya. Meski ia masih mampu mencatatkan 36 penampilan namun ia kerap menjadi sasaran kemarahan suporter. Penampilannya seperti tidak mencerminkan bahwa dirinya adalah pemain senior di lini belakang pasca hengkangnya Ferdinand dan Vidic.

Beberapa kali Smalling melakukan kesalahan yang berujung dengan gol. Tidak menjaga Zuniga dalam laga melawan Watford, mendapatkan nilai 0 dalam kehancuran United di markas Chelsea, lemahnya penjagaan kepada Harry Kane serta tidak bisa menjaga Gabbiadini dalam final EFL Cup adalah salah satu contoh laga di mana Smalling kerap menjadi cibiran para fans.

Manchester Evening News melakukan polling mengenai pemain United mana saja yang pantas dijual di musim ini. Nama Smalling muncul dengan 68% responden menginginkan ia untuk hengkang. Tercatat Everton serta Newcastle United menginginkan jasanya. Kontrak Smalling sendiri akan berakhir pada musim panas 2019 mendatang.

Pemain berusia 27 tahun tersebut sebenarnya bukanlah bek yang buruk. Tujuh musim memperkuat Setan Merah, angka penampilannya tidak pernah kurang dari angka 20 di setiap musimnya. Sebanyak 243 penampilan dibuat dan mencetak 13 gol dalam kurun waktu tersebut.

Akan tetapi kedatangan Victor Lindelof di lini belakang United berpotensi akan membuka jalan keluar untuk Smalling menjadi lebih cepat. Menarik untuk menanti apa yang akan dilakukan oleh Smalling. Apakah dia akan tetap memperjuangkan tempatnya di United atau pindah demi mendapatkan menit main yang reguler.

Facebook Comments

Written by Ajie Rahmansyah

Ajie Rahmansyah

Penulis yang seumur hidupnya mencintai Manchester United dan Sepakbola