in

8 Pelajaran Mengelola Manusia dari Sir Alex Ferguson

Rasanya hampir tidak ada pecinta sepakbola yang tak tahu Sir Alex Ferguson. Hampir tiga dekade kepemimpinannya di Manchester United menghasilkan kejayaan yang sampai sekarang belum ada tandingannya. Profesor Anita Elberse dari Sekolah Bisnis Harvard, memformulasikan delapan pelajaran membangun kesebelasan dari Sir Alex Ferguson. Berikut kami sajikan untuk Anda.

Mulailah dari Fondasi

Fondasi adalah hal yang paling esensial dalam membangun sesuatu. Sebuah bangunan akan diuji ketahannannya dari seberapa kuat fondasinya.

Saat Anda memberikan anak muda kesempatan, Anda bukan hanya menciptakan masa hidup yang panjang buat tim, tapi juga menciptakan loyalitas. Mereka akan selalu mengingat bahwa Anda yang memberi mereka kesempatan pertama.” – Sir Alex.

Perekrutan pemain, anggota, atau pegawai merupakan hal yang esensial, sama halnya membangun fondasi. Pasalnya, tanpa kualitas sumber daya manusia yang baik, sebuah organisasi atau kesebelasan tak akan kuat dalam waktu yang lama. Salah satu hal yang penting adalah membina hubungan baik agar terciptanya loyalitas di antara pemain atau pegawai.

Berani Membangun Ulang

Hal tersulit adalah melepas seorang pemain pergi padahal dia adalah sosok yang hebat. Tapi semua bukti ada di atas lapangan. Apabila Anda melihat perubahan, kemerosotan, Anda harus bertanya pada diri Anda sendiri bagaimana tim akan berjalan dua tahun mendatang.” – Sir Alex Ferguson.

Memiliki tim yang dihuni oleh sejumlah individu bagaikan merangkai potongan puzzle untuk bisa menjadi bentuk yang sempurna. Terkadang mudah, tapi tak jarang ada potongan yang hilang. Membangun ulang tim adalah hal yang penting terutama apabila ada individu yang menjadi penyebab penurunan kualitas.

Menetapkan Standar Tinggi

Standar tinggi diperlukan agar terciptanya keluaran (output) yang bagus pula. Standar tinggi membuat para pemain atau pegawai bekerja dengan kemampuan terbaik mereka dan tidak membiarkan semangat itu turun. Setidaknya, saat performa turun, itu masih berada dalam standar yang rasional.

“Saya secara konstan bilang ke para pemain bahwa bekerja keras sepanjang hidup adalah bakat. Tapi aku mengharapkan lebih dari para pemain bintang. Aku ingin mereka bekerja bahkan lebih keras.” – Sir Alex Ferguson

Jangan Pernah Memberikan Kontrol

“Terkadang ada momen di mana Anda harus bertanya pada diri sendiri pemain mana yang bisa mengubah atmosfer di ruang ganti, performa tim, dan kontrol Anda terhadap para pemain dan staf. Kalau ada, Anda harus memotong talinya!” – Sir Alex Ferguson

Maksud dari perkataan Sir Alex di atas adalah apabila ada yang menyaingi keputusan Anda, baik itu pemain atau staf, Anda harus memutusnya dari manajemen. Pasalnya, dalam sebuah kepemimpinan, tidak boleh ada matahari kembar yang akan menyebabkan tidak stabilnya kekuatan tim; dan ini yang dilakukan Sir Alex pada David Beckham dan Roy Keane.

Sampaikan Pesan pada Waktu yang Tepat

Anda harus tahu momen untuk menyampaikan pesan. Misalnya, saat tim bermain bagus tapi kalah di kandang lawan, bukanlah hal yang bagus kalau Anda mencaci maki para pemain. Berilah nasihat atau semangat di saat yang tepat. Anda harus tahu kapan waktunya mengkritik dan kapan waktunya memberi motivasi. Dengan itu, Anda akan dihormati.

“Buat pemain, sebagaimana manusia, tidak ada hal yang lebih baik dari mendengar ‘Wll done.’ Itu adalah dua kata terbaik yang pernah ditemukan.” – Sir Alex Ferguson.

Siap untuk Menang

Pengambilan risiko adalah sesuatu hal yang bukannya tanpa dipikir terlebih dahulu. Oleh karena itu, dalam kondisi apapun, Anda harus menyiapkan segala hal untuk membuat tim Anda menang. Dalam sepakbola, kalau Rencana A tidak berjalan, Anda masih punya 25 rencana lain yang bisa digunakan. Untuk itu, saat masuk ke dalam pertarungan, Anda harus siap untuk menang.

“Saya adalah seorang pengambil risiko, dan Anda bisa lihat bagaimana kami bermain di beberapa pertandingan terakhir. Kalau kami tertinggal, katakanlah 1-2 dalam 15 menit terakhir, aku siap untuk mengambil risiko yang lebih. Aku dengan senang memilih kalah 1-3 kalau itu artinya kami harus memberi diri kami kesempatan untuk menyamakan kedudukan atau memenanginya. Jadi, di 15 menit terakhir, saya akan melakukannya.” – Sir Alex Ferguson.

Gantungkan pada Kekuatan Observasi

Pengamatan berjalan sesuai dengan pengalaman. Namun, ada berbagai hal yang tak bisa Anda lihat satu persatu. Di sepakbola, ada tim pelatih yang bisa mengamati kondisi pemain dari hari kehari. Ada scout yang bisa memandu bakat pemain muda maupun melihat permainan lawan. Dari sini Anda akan mendapatkan data yang bisa Anda gunakan untuk tujuan tim.

“Saya pikir observasi atau pengamatan adalah bagian penting dalam kemampuan manajerialku. Itu adalah kemampuan untuk melihat sesuatu sebagai kunci, atau lebih spesifiknya kemampuan untuk melihat apa yang tak Anda lihat.” – Sir Alex Ferguson

Jangan Pernah Berhenti Beradaptasi

“Banyak orang dengan jejak rekam sepertiku tak ingin berubah. Tapi aku selalu merasa kalau aku tak bisa menahan untuk berubah.” – Sir Alex Ferguson

Perubahan itu penting, karena itu merupakan bagian dari adaptasi. Perubahan akan selalu terjadi karena zaman juga berganti. Di sepakbola, perubahan terjadi karena kian meningkatnya adu taktik di atas lapangan. Sejumlah formasi bermunculan mulai dari 4-4-2, 4-2-3-1, dan kembali lagi ke 3-5-2. Namun, yang paling penting bagi seorang pemimpin adalah bagaimana ia bisa beradaptasi.

Facebook Comments